Showing posts with label teknik memancing. Show all posts
Showing posts with label teknik memancing. Show all posts

Teknik Memancing Ikan Air Tawar


Memancing di sungai/kolam dan waduk
Yang perlu disiapkan adalah peralatan memancing yang disebutkan di atas dengan memperhatikan faktor umpan dan setting alat pancing. Umpan yang digunakan di lokasi ini umumnya adalah cacing dan udang, sedangkan untuk setting alat pancing adalah memasang mata kail.

Tehnik Dasar :
Dengan satu mata kail (bisa menggunakan lebih dari satu mata kail)
Jenis dan tehnik dasar/selem
Penuntun Umpan (timah diatas mata kail jarak sekitar 10-15cm menggunakan barel swivel yang berfungsi sebagai stoper timah dan umpan tidak diam/statis tapi dapat bergerak kesan-kemari mengikuti arus air dan lebih menarik perhatian ikan

Masih Tehnik Dasar II :
Jumlah mata kail dalam setiap joran pancing minimal 2 mata kail (lebih banyak lebih bagus), dengan posisi timah dibawah. Jarak mata kail dengan timah kira-kira 10-15cm
Memancing di Kolam/Empang atau Waduk
Peralatan mancing sama seperti di atas dan umpannya tergantung jenis ikan buruan yang akan dipancing. Untuk ikan emas biasanya menggunakan umpan racikan yang dibuat sendiri dan bahan-bahannya juga mudah didapat. Bahannya menggunakan tepung pellet yang berbentuk butiran, daging ikan dan lain-lain. Jika tidak ingin terlalu repot umpan seperti ini bisa diperoleh di toko ikan atau toko pancing. Khusus untuk ikan Nila/Mujair, umpan yang digunakan adalah  lumut hijau bisa juga dengan cacing
Tehnik Melayang :
Untuk setting alat pancing ini, mata kail yang digunakan bisa berjumlah 2 atau lebih dengan posisi pelampung berada diatas mata kail. Ketingian batas pelampung dan timah disesuaikan dengan kedalaman air. Misal untuk kedalaman 1,5 meter, jarak antara pelampung dan timah juga 1,45 meter, dan pelampung dibatasi pakai stopper. Fungsi pelampung adalah membuat umpan melayang didalam air dapat juga untuk mengukur kedalaman air dan usahakan sisakan beberapa cm ( bisa 5-15cm dari dasar tergantung jenis ikan yang dipancing, biasanya jenis ikan besar lebih suka diperairan dalam) diatas dasaran sungai maupun kolam agar umpan dapat bergerak sesuai arus bawah air serta mudah terlihat ikan.
Sekian dulu tips & trik, semoga bermanfaat

TEKNIK MEMANCING DI SUNGAI ALIRAN DERAS

TEKNIK MEMANCING DI SUNGAI ALIRAN DERAS.

Memancing memang hal yang mengasyikkan. Namun, ada teknik memancing di sungai aliran deras yang mungkiin bisa anda terapkan agar anda tidak pulang dengan sia-sia. Sebenarnya, teknik mancing di sungai yang beraliran deras jauh berbeda dengan mancing di sungai yang tenang atau danau. Butuh konsentrasi yang tinggi jika kita tidak mau umpan kita hanyut terbawa derasnya air sungai.



Perlu diperhatikan beberapa teknik sebagai berikut:

1. Joran atau Tongkat Pancing dan senar pancing. Pakai joran yang lentur dan senar yang kuat, karena kekuatan ikan akan menjadi dua kali lipat lebih kuat karena dibantu oleh arus sungai.

2. Mata kail dan pemberat. Untuk mata pancing/kail pun jangan terlalu besar, kecuali jika target memancing kita sudah jelas ikan-ikan besar seperti Bebeong dan Hampala, cukup ukuran 1 – 2,5 saja. Gunakan pemberat atau timah agar umpan dapat segera sampai ke dasar sungai sebelum terbawa oleh derasnya air.

3. Tempat Mancing. Pilihlah tempat yang kering dan padat agar anda tidak terpeleset saat menarik ikan. Jika ada tempat berbatu besar dan tinggi, akan lebih baik kita memancing dari atas batu itu agar pandangan kita menjadi lebih luas dan bisa memilih spot memancing yang lebih banyak.

4. Teknik memancing.  (1) Teknik yang paling sering dipakai adalah dengan melemparkan kail jauh ke sungai ke arah berlawanan dengan arus sungai sejauh mungkin dan membiarkan umpan dan pemberat mencapai dasar sungai dengan sendirinya dan membiarkan umpan bergerak sendiri oleh dorongan arus sungai. Pemberat sangat penting agar umpan tidak melayang kemana-mana terbawa arus sungai. (2) Umpan hanya diletakkan di pinggir-pinggir sungai berarus deras. Biasanya ada jenis ikan maupun belut yang suka mencari makan di sisi-sisi sungai. Terkadang juga banyak ikan yang tersembunyi dibawah dahan pohon yang dekat dengan permukaan sungai maupun di sela- sela akar pohon yang masuk ke dalam sisi sungai. Cukup letakan joran dengan ujung joran mendekati air  dan usahakan umpan melayang-layang di sungai, tidak sampai ke dasar sungai.

10 Teknik Dasar Memancing

10 Teknik Dasar Memancing

Memancing memang sebuah hobi yang menyenangkan namun banyak dari kita yang belum paham benar teknik-teknik dasar dalam memancing, ya meskipun termasuk dalam hobi akan lebih afdol jika kita mengetahui teknik dasar dalam memancing, berikut 10 teknik dasar memancing :

1. Persiapkan Umpan yang Merangsang




Gunakanlah umpan dengan daya tarik berupa rangsangan rasa, bentuk, warna, bau dan gerakan. umpan dapat berupa umpan asli atau umpan tiruan (lure), umpan tiruan biasanya di pakai pada saat memancing di laut.

2. Melempar atau Melontar Umpan


Kunci sukses acara mancing juga ditentukan oleh teknik lontaran. Lontaran harus jatuh pada titik yang tepat, Pegang joran tegak lurus searah badan, arahkan mata ke titik tempat jatuhnya umpan. Gerakkan joran dengan gerakan siku ke arah depan hingga kenur tegak lurus dengan air, ayunkan umpan ke arah belakang. Bila saat itu anda masih ragu, gerakan joran kembali kedepan. Kembali ayunkan umpan ke belakang dengan menggerakkan joran lurus dengan kepala. Saat umpan terayun ke belakang, lontarkan umpan bersamaan dengan arah balik ayunan umpan ke depan dengan gaya seperti menyabet dengan joran, jangan lupa melepas kenur yang tadi anda tahan dengan jari. Bila gerakan dilakukan secara benar maka anda tak akan kecewa dengan hasil lontaran, berlatihlah terus hingga dirasa telah cukup.

3. Isyarat Kenur

Pada rangkaian glosor atau kenur bebas (free lining) lainnya, gerakan umpan yang dimakan ikan, getarannya langsung disalurkan ke kenur. Setelah umpan dilontarkan, gulung kenur sedikit, taruhlah joran pada cagak joran (rod rest) atur kenur agar menegang namun janganlah terlalu kencang, agak kendor sedikit. Perhatikan kenur yang memasuki air karena di sini getarannya dapat terlihat jelas. Ada 2 kondisi dimana kita harus segera menggentak joran: Tanpa isyarat awal, tiba-tiba saja kenur terangkat dan bergerak menjauh. Kenur yang tegang tadi tiba-tiba menjadi kendor. Keadaan lain yang dapat dideteksi seperti kenur yang bergerak-gerak mengencang. Keadaan lain yang dapat dideteksi seperti kenur yang bergerak-gerak mengencang dan mengendur, gerakan yang amat halus dapat anda rasakan dengan memposisikan jari telunjuk pada kenur, pada keadaan yang ekstrim joran dapat turut tercebur ke air makanya disarankan mengikatkan tali pengaman pada joran bila memancing menggunakan rangkaian ini di danau atau perairan yang dalam lainnya.
4. Menggentak Joran




Agar ikan dapat terkait saat umpan termakan, setelah adanya deteksi gigitan yang diurai di atas tadi. Anda perlu menggentak joran (strike) terutama bila rangkaian yang digunakan berpelampung. Gerak menggentak joran dapat digolongkan sebagai gerakan yang refleks. Untuk itu latihlah gerak refleks anda, sehingga tangan terlatih untuk segera meraih joran. Raih joran dengan memegangnya pada pangkal joran tepat di dudukan ril penggulung, posisi jari telunjuk ada didepan gagang penggulung jari lain berada di belakangnya. Gerakkan joran jauh ke arah belakang kepala secara cepat, usahakan jangan mengendurkan kenur dan baca gerak ikan dan mulailah mengajarnya. Gerak menggentak yang benar adalah melawan arah kenur. Pada lokasi alam, lontaran dapat saja jauh di arah kanan atau kiri dari posisi kita. Bila lontaran arah ke kiri, gentakan adalah ke belakang kanan. Bila lontaran arah ke kanan, gentakannya ke belakang kiri. Pada empang pemancingan lontaran umpan hanya ke arah depan saja, karena sebelah kanan kiri ditempati orang.

5. Menaklukan Ikan




Menaklukkan ikan adalah saat yang paling asyik dan so pasti kritis. Gerakan ikan yang berontak melebihi kekuatan putus kenur (breaking strength) dapat menyebabkan kenur putus. Setel drag pada posisi setengah dari posisi mati (terkunci penuh) atau sesuai perkiraan anda sendiri, jangan biarkan drag dalam keadaan terkunci penuh. Biarkan ikan yang terpancing melarikan kenur. Arahkan joran berlawanan dengan arah lari ikan. Bila ikan merubah arah, segera gulung ril anda, coba menambah tekanan drag. Namun bila tenaga ikan masih besar, kurangi posisi drag dan biarkan ikan kembali melarikan kenur. Ubah segera posisi joran bila ikan berusaha lari ke arah lain. Posisi joran harus selalu berlawanan dengan arah ikan. Jangan panik, lakukan gerakan tarik ulur ini secara sabar terutama untuk ikan yang berukuran besar. Akibat daya lentur joran dan setelah beberapa kali tarik ulur ikan akan menjadi lemah, segera gulung kenur dengan gerakan memompa. Artinya gulung kenur dengan cepat dibarengi dengan menurunkan posisi joran ke arah air hingga sejajar. Angkat joran dengan gerakan siku anda, gulung kembali ril dengan cepat seperti tadi dengan teknik pemompaan. Bila ikan telah dekat, anda harus ekstra hati-hati terhadap gerakan tiba-tiba ikan yang berontak, yang penting posisi drag ril anda jangan sampai terkunci penuh supaya kenur dapat dilarikan ikan bila ternyata masih mempunyai sisa tenaga yang besar. Bila yang anda kenai ternyata ikan yang berukuran super, maka sebenarnya perlawanan adalah saat ikan sudah begitu dekat dengan anda. Karateristik ikan mas yang besar biasanya dari tengah kolam anda dapat menariknya dengan mudah hanya saja terasa berat. Gulung kenur secara hati-hati gunakan perasaan anda menghadapi perlawanannya. jangan berusaha melawannya bila ikan masih berontak , mainkan saja dengan hati-hati untuk mengurangi tenaganya yang besar, bila ikan telah mendongak jangan gulung kenur anda karena akan menyebabkan ikan kembali tenggelam dan melawan. Tetapi tetaplah pertahankan posisi ikan yang telah mendongak tadi, dan untuk mendekatkannya ke tepi kolam, melangkahlah mundur hingga posisi ikan dapat dengan mudah diserok

6. Melepas kail


Berhati-hatilah saat melepaskan kail, kalau menancap pada tangan anda akan sulit untuk melepaskannya. Gunakan lap untuk memegang badan ikan yang licin, biarkan ikan menggelepar pada serokan, bila ikan terdiam pegang ikan dengan tangan kiri, tekan agak keras bagian perut dengan jempol kiri anda. Ambil tang atau alat khusus pelepas kail (Disgorger) apabila tak ada pegang kail yang menancap dengan jari telunjuk dan jempol kanan lalu tarik kail mengikuti arah lengkungannya, bila agak sulit dorong kail terlebih sebelum mencoba membukanya lagi. Bila kail tertelan terlalu dalam dan anda tak membawa alat pelepas kail, carilah ranting pohon yang kira-kira masuk ke mulut ikan, ikutilah arah kenur pancing lalu dorong kailnya hingga terlepas dan keluarkan kail berbarengan dengan ujung ranting yang yang masuk ke mulut ikan.

7. Perhatikan Kondisi air




Perhatikan kekeruhan dan kejernihan air apabila ingin memancing di laut, waktu yang baik untuk memancing ketika air laut berwarna bening, berwarna biru cerah dan matahari bersinar terik. hindari memancing saat suhu laut dingin karna ikan laut sedang tidak berselera makan.

8. Pemilihan waktu memancing yang tepat




Pemilihan waktu memancing yang tidak tepat dengan ikan yang ada incar dapat membuat kegiatan memancing anda gagal total. Dengan memahami kebiasaan ikan, anda akan memperoleh hasil pancingan sesuai keinginan.

9.  Memancing dengan aman




Memancing sangat menyenangkan sekaligus menantang namun jangan lupa soal keamanan diri saat kita memancing. bila anda memancing di sungai atau danau janganlah berpijak pada batu yang licin ataupun tanah yang gembur karna dapat mengakitbatkan anda terjatuh, dan apabila anda memancing di laut gunakanlah perlengkapan keamanan seperti jaket pelampung dan gps agar anda terhindar dari bahaya.
10. Enjoy dan nikmati saat-saat dalam memancing



Kesabaran adalah hal yang paling di uji saat kita memancing, tak selelu umpan kita cepat di sambar ikan. Namun saat-saat menunggu umpan tersebut kita tetap dapat enjoy dan menikmatinya. seperti menikmati suasana alam tempat kita memancing atau dengan cara membaca majalah ataupun bacaan lainnya.F